SINEREVIEW

May 30 2017 by arwuda

Antusias Jefri Nichol Main Film Jailangkung

Tak dipungkiri lagi, film horor Jelangkung sempat sukses di tahun 2001 silam. Namun, film Jailangkung kini memiliki cerita berbeda dengan film Jelangkung sebelumnya. Seperti apa cerita keterlibatan Jefri Nichol di film Jailangkung ini? Bagaimana cara Jefri Nichol keluar dari comfort zonenya yang kerap bermain di film drama dan kini ke genre horor?

Berikut wawancara bersama Jefri Nichol yang dilansir dari Bintang.com

 

Film Jailangkung ini bercerita tentang apa?

Film Jailangkung ini bercerita tentang sebuah keluarga. Di sini ada peran Bella, Angel dan Natasha. Gua sebagai Rama, karakter gua itu sebagai orang Jawa, penyuka hal-hal mistis sama seperti ayahnya. Mistis jadi sarapan sehari-hari buat Rama yang selalu diajarkan sang ayahnya.

 

Apa kesulitan anda bermain film Jailangkung ini?

Kesulitannya, gue sebagai Rama ini harus berbahasa Jawa pas main Jailangkung. Dan gua kesulitan harus membaca mantra berbahasa Jawa saat main Jailangkung itu. Cara gua mendalami peran Jawa itu, gua melakukan baca-baca mantra selama dua hari, belajar sama coach dan pas udah bisa di test langsung didepan Rizal Mantovani sebagai sutradara.

 

Bagaimana menjalani chemistry dengan pemain lain? Ada pemain senior juga, seperti apa?

Chemistry sama Amanda Rawless sih udah pernah sama dia di film sebelumnya, jadi gak terlalu sulit. Lalu ada Hannah Al Rashid, gue kayak temen biasa aja karena emang baru kenal. Sama yang lain sih gak terlalu intens, termasuk sama Mbak Wulan Guritno gue gak ada scene sama beliau jadi gak gimana-gimana.

 

Proses syutingnya seperti apa dan lokasinya di mana saja?

Serius dan menyenangkan proses syutingnya. Kebetulan kita mengambil syuting mulai 7 April sampai 5 Mei. Lokasi ada di beberapa tempat seperti di Jakarta, Sentul, Bandung, Cimahi, Purwokerto dan Bali juga.

 

Kenapa tertarik main film di Jailangkung?

Pertama tentunya karena cerita film Jailangkung ini bagus, kedua directornya, Rizal Mantovani dan Jose Purnomo. Ketiga para castnya, aktris dan aktor hebat semua.

 

Alasan kamu terima tawaran film Jailangkung ini kenapa?

Gue pengen sesuatu yang baru. Biasanya drama aja, jadi di genre lain ini merupakan suatu hal baru bagi gua. Jadi biar lebih variasi main perannya di film apapun. Enaknya main drama kita bisa meluapkan emosi meledak-ledak, kalau di horor beda, karena kebanyakan kalemnya, kagetnya juga.

 

Sebelum syuting Jailangkung, kamu sempat nonton film Jelangkung yang dulu?

Iya sempat, gua nonton horor film lainnya juga. Kayak film horor yang judulnya Kuntilanak, dan lain-lain juga tentang horor. Baik yang horor lokal maupun yan luar gue tonton beberapa.

 

Di tahun 2001, Jelangkung rilis dan sukses. Apa cerita Jailangkung sekarang sama seperti yang dulu?

Beda. Kalau bedanya, sekarang lebih kekeluargaan, drama dan tentu pastinya horor ya. Jelangkung dulu kan tentang persahabatan yah. Ini dramanya ada, lalu sekarang ada misi penyelamatan.

 

Kalau boleh tau, selama syuting ada kejadian aneh gak?

Ya, buat emosi main di horor Jailangkung ini jauh lebih menguras. Kayak gua pegang boneka Jailangkungnya itu berasa lebih capek dibanding gue gendong salah satu pemain di satu scene, gue gendong si Tasya sambil naiki bukit. Gak tau kenapa, gue mending pilih gendong Tasya sambil lari ke bukit dibanding gua lama-lama harus megang boneka jailangkung itu sendiri.

 

Kok bisa? Jailangkungnya ada isinya?

Jailangkung yang dipake di syuting ya Jailangkung asli. Tapi emang ada pawangnya gitu di lokasi jadi aman-aman aja pas syuting.

 

Pengalaman syuting horor yang kamu alamin sendiri?

Kejadian sih enggak terjadi ke gua. Tapi terjadi ke kru filmnya. Jadi, ada salah satu scene gue di Rumah Sakit di kawasan Sentul, udah malam. Orang make up pulang belakangan, naik lift, pas turung malah ke kamar mayat. Dia masuk ke kamar mayat itu, dituntun. Ditegor Satpam, si kru ini mau ke lantai satu malah ke kamar mayat, akhirnya dianterin Satpamnya ke lantai satu. Itu aneh, dan memang banyak juga yang pernah kayak gitu, dibawa ke kamar mayat. Untung itu hari terakhir syuting tuh.

 

Kamu sendiri penakut gak sama hal-hal seperti itu?

Dilihatin langsung pernah, pas kecil. ada tangan melayang gitu di kamar tidur. Gue akui, jujur gue orangnya penakut. Tapi gue itu penasaran orangnya, jadi ketakutan itu gue tantang jadinya sama penasaran.

 

Horor kerap dapat respon negatif karena berbau seks dan sebagainya. Gimana dengan film horor Jailangkung ini di mata kamu?

Film Jailangkung ini bakal merubah pandangan orang lain tentang horor. Ini bener-bener tentang horor dan mistisnya. Tidak ada yang berbau vulgar atau seks.

 

Apalagi yang menarik di film ini?

Banyak sih, salah satunya kita syuting di pesawat yang bisa mendarat di air. Itu seru banget, terus kita syuting bakal ada scene yang mantap juga.

 

Sebutkan, kenapa masyarakat Indonesia harus nonton film ini?

Karena film Jailangkung full horor, lalu ada Rizal Mantovani dan Jose Purnomo. Mereka udah gak diragukan lagi kalau buat film horor. Kemudian, tentu para pemain-pemain yang ada di film ini, Lukman Sardi, Wulan Guritno, Amanda Rawless dan lainnya. Dan pasti cerita film ini bagus, bisa mengajak keluarga juga nonton film ini pas lebaran 2017 mendatang.

 

Sumber: Bintang.com

TRIVIA

Film Indonesia dengan sekuel terbanyak, juga franchise dan spin-off (sempalan cerita) adalah Catatan Si Boy. Film yang diangkat dari sandiwara radio, diproduksi pertama kali 1987. Skenario film ditulis Marwan Alkatiri dan disutradarai Nasri Cheppy. Sekuel kedua hingga kelima, diproduksi tiap tahun hingga Catatan Si Boy 5 (1991). Tahun 1991, muncul spin-off yang ditulis Marwan Alkatiri dan disutradarai Nasri Cheppy, Catatan Si Emon. Yang paling mutakhir adalah Catatan Harian Si Boy (2011) yang dianggap sebagai lanjutan kisah si Boy yang sudah berumur.