SINEREVIEW

Feb 27 2017 by arwuda

Film Serendipity : Bukan Sekadar Kisah Cinta Remaja

Sulit menemukan film remaja yang tidak sekadar bicara cinta. Film Serendipity, produksi Virgo Film, akan menjadi salah satu yang mengisi peran tersebut.

Film Serendipity diangkat dari novel karya Erisca Febriani. Film ini dibintangi Maxime Boutier, Mawar Eva de Jongh dan Kenny Austin. Akan bercerita mengenai tokoh bernama Rani yang kehidupannya berubah setelah sang ayah meninggal dunia dan meninggalkan utang. Rani terpaksa menjadi lady escort. Keputusannya menerima banyak konsekuensi, salah satunya putus hubungan dengan pria bernama Arkan. Di tengah keterpurukan datang sosok Gibran. Tapi film ini tidak hanya berkisah tentang cinta segitiga.

Serendipity tidak hanya cerita cinta remaja. Cerita masa lalu keluarga dalam film ini juga menjadi drama yang menyentuh. Drama dan romantisme cinta tokoh-tokoh di Serendipity lebih lengkap,” kata Sutradara, Indra Gunawan, dalam rilis yang diterima, Selasa, 6 Februari 2018.

TRIVIA

Darah dan Doa (The Long March [of Siliwangi] atau Blood and Prayer) adalah film Indonesia pertama yang secara resmi diproduksi oleh Indonesia sebagai sebuah negara (setelah berakhirnya Perang Kemerdekaan Indonesia). Merupakan produksi pertama dari Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), Film ini disutradarai oleh Usamr Ismail dan dibintangi oleh Faridah. Skenario ditulis oleh penyair Sitor Situmorang, yang menceritakan kisah cinta seorang pejuang dengan seorang Belanda yang menjadi tawanannya.