SINEREVIEW

May 12 2017 by arwuda

Jailangkung Gentayangan di Hari Lebaran

Sukses dengan film Jelangkung 16 tahun silam, kini sutradara Rizal Mantovani dan Jose Poernomo mencoba mengulang kesuksesan yang sama. Mereka kembali menggarap horor berjudul Jailangkung.

"Film Jailangkung tidak ada kaitannya dengan film Jelangkung 16 tahun lalu. Jailangkung ini baru dan ceritanya lebih berliku-liku dan diharapkan penuh kejutan. Bukan hanya cerita tapi juga mengajak penonton berpikir, lebih ada misterinya," ungkap Rizal.

Menurut Rizal, jailangkung merupakan alat pemanggil setan yang digunakan masyarakat Indonesia. Dari alat itu banyak cerita yang bisa diangkat menjadi sebuah film. Rizal mengibaratkan jailangkung seperti alat musik, siapa saja bisa menggunakan untuk bermain memanggil arwah.

Di cerita film Jailangkung terbaru, kata Rizal, berasal dari ide cerita Jose Poernomo dan dikembangkan bersama penulis naskah Baskoro. Berbeda dibanding cerita film Jelangkung dahulu, film Jailangkung sekarang berkutat tentang kehidupan keluarga yang menyisakan misteri koma-nya sang kepala keluarga. Anak-anak sang kepala keluarga berusaha memecahkan misteri. Dan mereka menemukan jailangkung tersimpan di rumah peristirahatan. Pemanggilan arwah inilah yang mereka lakukan.

Film ini akan memecahkan misteri apakah keluarga itu bakal bersatu atau justru terpecah belah.

Film yang dibintangi oleh Amanda Rawles, Jefri Nichol, Lukman Sardi, Hannah Al Rashid, Wulan Guritno dan Augie Fantinus ini punya mantra baru:  ‘Datang gendong, pulang bopong!'

Yuk, hafalin pahami dulu mantra Jailangkung sebelum nonton filmnya pas Lebaran nanti!

(Sinemata/ RN/DN)

TRIVIA

Loetoeng Kasaroeng adalah film pertama yang diproduksi di Indonesia. Film bisu ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company. Disutradarai oleh G. Kruger dan L. Heuveldorp. Pemutaran perdananya di kota Bandung pada 31 Desember 1926 sampai 6 Januari 1927 di dua bioskop terkenal Bioskop Metropole dan Bioskop Majestic. Film Lutung Kasarung ini tercatat pernah diremake 2 kali yaitu tahun 1952 dan 1983.