SINEREVIEW

Oct 31 2017 by arwuda

Secret Superstar: Mimpi Jadi Bintang Idola dan Pupusnya Cita-cita

AAMIR Khan kembali sukses mengangkat isu sederhana menjadi film menarik melalui Secret Superstar. Fenomena social crawler di dunia maya, atau pencari popularitas di sosial media, menjadi isu menarik  ketika diangkat ke layar lebar. Hasilnya, Secret Superstar sukses menjadi film box office.

Di tangan Advait Chandan – penulis dan sutradara – Secret Superstar menjadi begitu menarik dalam mengemas isu pencari popularitas ini. Ia juga berhasil mengemas Secret Superstar menjadi film yang menyentuh ketika mengaitkan dengan isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

KDRT menjadi problem yang tak pernah tuntas di India. Begitu banyak perempuan terjebak dalam pernikahan patrilineal. Para perempuan tidak berdaya menghadapi dominasi laki-laki. Di tangan Advait, Secret Superstar juga menjadi film pembawa pesan soal pemberontakan kelompom perempuan menghadapi dominasi lelaki. Menariknya, antara isu social crawler dan feminisme bisa berkelindan dan menjadi jalinan cerita yang saling memperkuat.

Uniknya lagi adalah keberanian Aamir Khan dan Advait mengambil latar cerita keluarga muslim sebagai narasi seksi Secret. Sedikit satir dan sentilan yang juga dihadirkan pembuat film ini. Bahwa anak perempuan tidaklah diperluakan ‘suaranya’ dalam keluarga muslim. Bahkan bila perlu mimpi pun harus disingkirkan.

Insiah Malik tidaklah sepintar teman-temannya. Tapi ia merasa punya potensi melalui kemampuannya menyanyi. Mimpinya bisa seperti idola di pentas reality show pencarian bakat. Atau bintang yang mampu memenangkan hati penonton. Sayang, mimpi menjadi penyanyi harus pupus, karena sang bapak ingin dia fokus sekolah. Hanya Najma – sang ibu -- yang memahami Siah.

Jadinya, semua mereka lakukan diam-diam. Bahkan ketika Insiah popular di media sosial, atau Najma menjual perhiasannya demi laptop sang putri, tanpa sepengetahuan sang bapak – Farukh Malik. Murkalah Farukh ketika tahu semuanya, ia putuskan pindah ke Arab Saudi karena ia dipromosikan bekerja di sana. Insiah terancam tidak bisa mewujudkan mimpinya. Ia minta sang ibu bercerai dan melawan sang bapak. Najma menjadi korban kekerasan sang suami.

Insiah melihat bahwa Kumar Sakti, sang pencari bakat yang paling disebeli penonton televisi, kunci meraih mimpi dan solusi bagi keluarganya.   

Secret Superstar sangat kuat dalam menyampaikan pesan film. Tapi yang terpenting, ia sangat menghibur. Dan tak kalah pentingnya, buat penonton yang suka baper-an, dijamin bakal berkali-kali menyeka air mata. Sampai akhir cerita!

Hasil penjualan Secret Superstar memang tidak sedahsyat Dangal. Sampai hari ke sepuluh Secret meraih Rp 95 miliar (sudah balik modal). Bandingkan dengan Dangal yang menjadi film terlaris 2017 setelah meraup Rp 3,5 triliun. Duapertiga pendapatan dihasilkan dari peredaran di daratan China. Secret pun berharap ‘rezeki’ yang sama seperti Dangal.  

(Sinemata/ *)

Sutradara: Advait Chandan

Pemain: Zaira Wasim (Insiah Malik), Meher Vij (Najma Malik), Raj Arjun (Farookh Malik), amir Khan ( Shakti Kumar), Kabir Sajid Shaikh (Guddu – adik Insiah), Tirth Sharma (Chintan Parekh)

TRIVIA

Film Indonesia dengan sekuel terbanyak, juga franchise dan spin-off (sempalan cerita) adalah Catatan Si Boy. Film yang diangkat dari sandiwara radio, diproduksi pertama kali 1987. Skenario film ditulis Marwan Alkatiri dan disutradarai Nasri Cheppy. Sekuel kedua hingga kelima, diproduksi tiap tahun hingga Catatan Si Boy 5 (1991). Tahun 1991, muncul spin-off yang ditulis Marwan Alkatiri dan disutradarai Nasri Cheppy, Catatan Si Emon. Yang paling mutakhir adalah Catatan Harian Si Boy (2011) yang dianggap sebagai lanjutan kisah si Boy yang sudah berumur.