SINEREVIEW

Nov 06 2017 by arwuda

Flatliners: Eksperimen Terlarang Memasuki Alam Bak

PERTANYAAN yang masih belum terjawab, apa yang terjadi pasca-kematian? Sisi medis menyebut, otak masih berfungsi beberapa saat. Beragam juga kisah pengalaman di saat manusia koma. Flatiliner menawarkan kisah pengalaman matisuri ini.

Rata-rata, bagi  yang pernah mengalami  mati suri, mereka menyebut adanya cahaya putih. Ada yang menyebut cahaya murni, atau malah malaikat penjemput. Bermacam cerita ini mendorong lima mahasiswa kedokteran untuk melakukan eksperimen diam-diam. Rasa penasaran membawa mereka pada petualangan yang sesungguhnya terlarang, Menjawab tentang misteri kematian adalah mempertanyakan bagaimana hidup dan segala keajaibannya tercipta.

Flatliners mencoba meyakinkan penonton bahwa ada bagian menarik selama empat menit sebelum jiwa atau ruh meninggalkan raga. Pembuat Flatliners mengajak memasuki  misteri dunia kematian. Sebelum empat menit terlewati, dunia medis mampu menyelamatkan mereka yang mati suri. Jantung bisa difungsikan kembali. Pemahaman ini yang membawa lima mahasiswa melakukan eksperimen  yang sesungguhnya ‘terlarang’.

Dan memang mereka harus membayar mahal atas petualangan yang mereka ciptakan.

Flatliner tidak saja mengajak penontonnya menyelami kematian yang disengaja. Ada pesan yang ingin disampaikan bahwa ada takdir yang tak bisa mereka lawan. Tapi pembuat Flatliners tidak mengarahkan alur cerita kepada bagian ini. Mereka justru mengungkap sisi horor dari pengalaman mati sementara tersebut. Ada bagian tak terduga yang mengikuti  setelah ruh berkelana dan kembali ke raga.

Pengalaman menyenangkan dialami  Courtney Holmes, sebagai pelaku pertama eksperimen mati suri. Dia bisa mengingat kembali kematian sang adik. Yang istimewa adalah perubahan fungsi otaknya. Courtney memahami ilmu kedokteran, dan itu membuat kagum Dr Barry Wolfson. Courtney sering gagal menjawab analisis penyembuhan pasien, tiba-tiba begitu cerdas, bahkan menyodorkan pengobatan yang sudah tak dilakukan dalam kedokteran. Berikutnya Marlo, Jamie dan Sophia menjalani eksperimen mati suri ini. Ray satu-satunya yang menolak menjalani mati suri, ia yang ‘menghidupkan’ teman-temannya dari kematian sementara ini.

Awal membahagiakan berubah jadi petaka. Ternyata, pengalaman mereka memasuki dunia ruh, ada yang ikut dalam kehidupan sesudah mereka hidup kembali. Teror ini yang menghantui mereka memasuki alam baka. Kematian Courtney Holmes makin membuat keempat sahabat ini ketakutan. Mereka harus menemukan jalan kelaur atas teror yang mengancam jiwa mereka.

Flatliners pernah dibuat tahun 1990 dengan bintang-bintang seperti Kiefer Sutherland, Julia Roberts, kevin Bacon, William Baldwin dan Oliver Pratt. Hanya Kiefer Sutherland yang ikut bermain kembali di produksi ulang Flatliners versi 2017 ini. Itu pun dengan karakter yang tidak ada kaitannya dengan produksi awal.

Banyak kritik atas kerja sutradara Niels Arden Oplev. Terutama sisi saat mati suri tidak digarap lebih serius. Bobot cerita Flatliners juga jadi pertanyaan penonton. Untuk sebuah perjalanan kematian sementara, hanya sekadar untuk menjawab kesalahan masa lalu dan permintaan maaf. Padahal, dari sisi cerita, petualangan di dunia ruh banyak yang bisa diciptakan. Tapi secara keseluruhan Flatliners tidak terlalu mengecewakan. Cukup menegangkan teror penghuni dunia ruh buat mereka yang ingin bertualang menjalani kematian sementara ini. Mau mencoba?

(Sinemata/ *)

Sutradara: Niels Arden Oplev

Pemain: Ellen Page (Courtney Holmes), Diego Luna (Ray), Nina Dobrev (Marlo), James Norton (Jamie), Kiersey Clemons (Sophia), Kiefer Sutherland (Dr. Barry Wolfson), Beau Mirchoff (Brad)

TRIVIA

Loetoeng Kasaroeng adalah film pertama yang diproduksi di Indonesia. Film bisu ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company. Disutradarai oleh G. Kruger dan L. Heuveldorp. Pemutaran perdananya di kota Bandung pada 31 Desember 1926 sampai 6 Januari 1927 di dua bioskop terkenal Bioskop Metropole dan Bioskop Majestic. Film Lutung Kasarung ini tercatat pernah diremake 2 kali yaitu tahun 1952 dan 1983.