SINEREVIEW

Apr 23 2018 by arwuda

A Quiet Place: Set-piece Menawan untuk Setiap Teror


(Dok: Paramount Pictures)

MELALUI empat karakter utama Evelyn Abbott, Lee, Regan, dan Marcus, film thriller horor A Quiet Place, mampu merajai box office di minggu pertama perilisannya. Meraup 75 juta dolar (setara Rp 1 triliun), A Quiet Place juga menuai pujian di sana-sini. Sebegitu istimewakah A Quiet Place?

Setelah film horor misteri thriller Get Out, A Quiet Place mampu menghadirkan ketegangan maksimal. Teror tanpa perlu menghadirkan makhluk peneror dalam bentuk memedi, arwah gentayangan atau setan pemangsa, penonton tercekat di bangku. Teror justru hadir melalui komunikasi karakter-karakter yang sebagian besar menggunakan bahasa isyarat sepanjang film. Pembuat film paham betul, meramu kesenyapan menjadi rangkaian teror yang makin mencekam.

A Quiet juga sangat terukur dalam menghadirkan ketegangan. Melalui dukungan cerita yang minim dialog juga menjadikan tiap adegan seperti teror tak henti. Padahal, penonton sadar teror datangnya dari makhluk asing yang sempat hadir di scene awal. Konsep sedikit berbeda A Quiet dibanding Clover Field, 10 Cloverfield, 28 Days Later maupun Get Out yang juga memainkan teror pikiran dan mental penonton.

Ketegangan adegan sangat intens hadir dan terpola, set-piece yang menawan untuk tiap adegan teror di film berdurasi 90 menit. Meskipun di lima menit awal – tewasnya Beau anak ketiga pasangan Evelyn dan Lee Abbott --  A Quiet sudah planting bagaimana teror dan kematian yang bakal tersaji sepanjang film. Tapi tetap saja penonton bakal tercekat di kursinya.

A Quiet Place menjadi luar biasa ketika semua elemen kreatif mampu menghadirkan satu pendekatan silent-movie yang begitu hidup dan begitu mudah dipahami penonton. Bahkan banyak penyandang tuna rungu memuji film ini dan memuji sebagai film terbaik yang mampu memahami kebutuhan mereka.

A Quiet Place bercerita setelah kehidupan porak poranda dengan kehadiran makhluk peneror. Mereka mampu membunuh manusia berdasarkan suara atau frekuensi yang keluar. Begitu mudah mereka menghabisi korbannya. Keluarga Abbott – Lee dan Evelyn tiap hari berjibaku menyelamatkan kehidupan mereka dari ancaman makhluk pembunuh ini. Sebagai kepala keluarga Lee harus melindungi tiga anaknya, Regan Marcus dan Beau, satu anak masih dalam kandungan Evelyn.

Kesembronoan sang kakak yang membiarkan membawa mainan bersuara, mengakibatkan Beau tewas disantap makhluk misterius ini. Perasaan bersalah Regan ini juga mempersulit keadaan keluarga dan kerap menjadi pemicu ketegangan dengan sang ayah. Puncaknya adalah, saat makhluk peneror datang ke rumah di saat Evelyn hendak melahirkan. Sementara Lee dan Marcus tak di rumah, Regan memaksa mencari keduanya. Akhir sepertiga bagian film A Quiet menjadi teror yang makin menguat. Satu sajian dramatilk yang banyak dipuji penonton.

So, rasanya sayang melewatkan film horor dengan story-telling yang menawan, film katastrofi nir-kegaduhan dan teror kematian yang mengancam dalam diam. Paradoks yang sangat menawan untuk satu film horor penuh teror. Wajar jika film berbiaya 17an juta dolar, mampu meraup pemasukan hingga 210 juta dolar dalam satu bulan pemutaran di seluruh dunia.

(Sinemata/ *)

Sutradara: John Krasinski

Pemain: Emily Blunt (Evelyn Abbott), John Krasinski (Lee Abbott), Millicent Simmonds (Regan), Noah Jupe (Marcus), Cade Woodward (Beau)

 

TRIVIA

Loetoeng Kasaroeng adalah film pertama yang diproduksi di Indonesia. Film bisu ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company. Disutradarai oleh G. Kruger dan L. Heuveldorp. Pemutaran perdananya di kota Bandung pada 31 Desember 1926 sampai 6 Januari 1927 di dua bioskop terkenal Bioskop Metropole dan Bioskop Majestic. Film Lutung Kasarung ini tercatat pernah diremake 2 kali yaitu tahun 1952 dan 1983.