SINEREVIEW

Apr 23 2018 by arwuda

Taxi 5: Taksi Legendaris buat Polisi Mutasian

BISA jadi sudah bosan dengan genre drama laga petualangan, sampai Luc Besson membuat sekuel film Taxi: Taxi 5. Dan mereka sesungguhnya juga paham, banyak penonton kerap kesulitan memahami guyonan orang-orang Perancis ini. Bahkan untuk komedi slapstick dan konyol sekali pun, tak semua penonton bisa tertawa. Wajar jika pada akhirnya, banyak anggapan Taxi 5 adalah salah satu bentuk kegagalam film komedi petulangan Perancis di pasar internasional.

Padahal sebelumnya, duet franchise Daniel (Morales) dan Emilient (Korbalec) sempat populer di sekuel-sekuel awal film Taxi. Taxi minimal mampu meraup lebih dari 60 juta dolar. Bagi rumah produksi Europa Corp, sekuel film Taxi termasuk penghasil duit. Ramuan drama aksi petualangan di film ini biasanya lebih dominan dibanding sisipan komedi. Namun di sekuel kelima, justru unsur slapstick dan kekonyolan lebih dominan. Biasanya, karakter hero dari Luc Besson begitu kuat dan dipuji, tapi tidak untuk pasangan karakter jagoan Sylvain dan Eddy Maklouf kali ini.

Taxi 5 juga tidak menawarkan kebaruan dari sisi filmis. Cerita masih tentang polisi baik (Sylvain) dalam menghadapi penjahat atau membongkar kejahatan sindikat mafia Italia. Begitu juga side-kick si Sylvain ini, Eddy Maklouf tak banyak membantu sebagai duo jagoan. Malah lebih banyak kekonyolan yang dihadirkan Eddy yang tak semua penonton mampu menertawakan humor repetitif yang hadir di film-film lain. Kalaupun dicari sisi menarik dari tokoh Eddy, lewat dialah, legenda taksi super hadir kembali.

Menyoal kendaraan taksi yang hadir di Taxi 5, seperti sekuel sebelumnya merupakan Peugeot seri 4.  Kalau sebelumnya, kendaraan duo Daniel dan Emilient adalah Peugeot 406 yang dimodifikasi, mampu mendongkrak penjualan otomotif Singa Perancis. Namun di installment kali ini, Peugeot sepertinya tampil tak istimewa dan tidak antusias mendukung film Taxi 5.  Tentu saja, ini juga berkaitan dengan lesunya produk Peugeot di pasar dunia.

Taxi 5 bertutur tentang Sylvain Marot yang harus pindah tugas dari Paris ke Mersaille. Sylvain dianggap tak kompeten sebagai reserse. Ia dipindah ke departemen polisi komunitas. Itu pun di kota yang tak segemerlap Paris. Begitu juga anak buahnya, merupakan polisi-polisi gagal dengan karakter aneh. Sementara Eddy Maklouf adalah sopir Uber yang paham jalanan kota kelahirannya, tapi baru saja diputus cinta oleh sang kekasih.

Eddy membantu Sylvain setelah ia diancam pidana karena mengemudi kendaraan serampangan. Selain itu, Eddy adalah lelaki yang tahu taksi legendaris peninggalan Daniel dan Emillient. Musuh mereka kali ini adalah mafia Italia yang kerap merampok dan melarikan diri dengan super-car seperti Lamborghini maupun Ferrari. Sylvain dan Eddy harus mampu menangkap mafia Italia, juga mengalahkan laju supercar musuh-musuhnya. Bisa jadi Taxi 5 ini, Fast Furious versi konyol. Tertarik?

(Sinemata/*)    

Sutradara:  Franck Gastambide

Pemain: Franck Gastambide (Sylvain Marot), Malik Bentalha (Eddy Maklouf), Bernard Farcy (Gibert), Salvatore Esposito (Toni Dog), Edouard Montoute (Alain Trésor), Sabrina Ouazani (Samia), Sand van Roy (Sandy), Anouar Toubali (Michel Petrucciani), Monsieur Poulpe (Ménard), Sissi Duparc (Sandrine)        

TRIVIA

Film Indonesia berdurasi terpanjang, dicatat oleh film Pengkhianatan G30S PKI (1984) yang merupakan produksi Pusat Produksi Film Negara (PPFN). Wikipedia mencatat, G30S berdurasi 271 menit (4 jam 31 menit). Berikutnya, film Janur Kuning (1979) berdurasi 180 menit (3 jam), Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015) berdurasi 161 menit (2 jam 41 menit), Tjoet Nja Dhien (1986) durasi 150 menit (2 jam 30 menit), The Reid 2: Berandal, berdurasi 148 menit (2 jam 28 menit)